PERISTIWA

Gegara Ayam Kecap Berlendir, Dapur MBG di Kuningan Disetop Bupati!

Foto ENDENG YOHANA Pewarta | ENDENG YOHANA • 04 October 2025
Gegara Ayam Kecap Berlendir, Dapur MBG di Kuningan Disetop Bupati!

Kuningan (NN).– Dugaan keracunan makanan menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Luragung setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (2/10/2025). Gejala mual, muntah, hingga diare mulai dirasakan para siswa pada malam harinya.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., pada Jumat (3/10/2025) langsung meninjau UPTD Puskesmas Luragung, lokasi penanganan para siswa terdampak. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan sekaligus Pj Sekda, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., jajaran OPD terkait, Dandim 0615, serta Kapolres Kuningan. Mereka meninjau kondisi siswa yang dirawat, sebagian di antaranya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Menurut Wahyu, hingga Jumat tercatat 84 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Luragung. Dari jumlah itu, tujuh siswa sempat diinfus, dan kini tersisa empat yang masih dalam penanganan. Selain itu, lima siswa lainnya dirawat di Kuningan Medical Center (KMC).

“Gejalanya rata-rata diare. Dari keterangan siswa, menu ayam kecap yang dikonsumsi terasa agak berlendir. Sampel makanan dan sampel dari siswa sudah diambil, saat ini menunggu hasil laboratorium,” jelas Wahyu.

Selain yang dirawat, data mencatat ada 113 siswa tidak masuk sekolah pada Jumat. Mereka diduga turut terdampak setelah menyantap menu MBG sehari sebelumnya. “Kami sudah meminta pihak sekolah untuk memastikan apakah ketidakhadiran mereka karena sakit biasa atau akibat keracunan. Ini harus hati-hati,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah menurunkan tim investigasi epidemiologi dan mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Barat.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Dian memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG penyalur MBG ke SMA Negeri 1 Luragung selama sekitar satu minggu. Untuk sementara, distribusi makanan akan dialihkan ke dapur penyedia lain.

“Program MBG bukan sekadar distribusi makanan, tapi juga tanggung jawab moral untuk memberikan asupan terbaik bagi generasi muda. Karena itu, aspek pengolahan, bahan baku, sanitasi, hingga peralatan dapur harus diawasi ketat,” tegasnya.

Pemkab Kuningan juga memastikan akan terus melaporkan perkembangan kasus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta memperketat pengawasan dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Pengelola dapur MBG Luragung Landeuh, Gugum, mengaku pihaknya melayani distribusi untuk sekitar 4.000 siswa SMA, SMP, dan SMK di Luragung. Ia menduga penyebab keracunan berasal dari menu ayam kecap. “Banyak siswa bilang kuahnya agak kental dan berlendir. Kemungkinan besar dari situ,” katanya.

Salah satu siswi SMA Negeri 1 Luragung, Anna Resviana (17), menceritakan dirinya mulai merasakan mual, muntah, dan diare sekitar pukul 01.00 dini hari setelah siang harinya menyantap makanan MBG. ***

Bagikan Berita Ini: