Kabupaten Bandung (NN) – Keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Arjasari sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-22 Tahun 2026 selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Oktober 2026.
Mengusung tema “Santri Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”, rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, upacara Hari Santri Nasional, ziarah para muharrik (penggerak perjuangan NU), serta acara puncak berupa istighosah, tabligh akbar, dan santunan anak yatim.
Acara puncak peringatan HSN tersebut dipusatkan di area Pondok Pesantren Al-Hikmah Cijati, Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, serta meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (dapil) Jabar II Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Asep Syamsudin, S.Ag., yang sekaligus bertindak sebagai penceramah. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Arjasari, Kepala Desa Patrolsari, jajaran pengurus MWC NU, pengurus ranting, para ketua lembaga dan badan otonom (Banom) NU, serta para santri dan jamaah lainnya.

Ketua MWC NU Kecamatan Arjasari, Ustaz Agus Suhana, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
“Alhamdulillah, peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Arjasari tahun ini dapat diselenggarakan dengan baik melalui berbagai kegiatan keagamaan selama lima hari, mulai tanggal 21 hingga 25 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembacaan Sholawat Nariyah 4.444 kali, upacara Hari Santri Nasional, ziarah para muharrik, hingga acara puncak hari ini berupa istighosah, tabligh akbar, dan santunan anak yatim,” ujar Agus Suhana.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh santri dan jamaah untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama, memelihara kedamaian di tengah keberagaman, serta memperkuat persatuan dan kesatuan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, kehadiran para tokoh agama, unsur pemerintahan, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan. Momentum ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara ulama, umaro, santri, dan masyarakat.
Agus Suhana menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Arjasari.
“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil dari kebersamaan dan kepedulian semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan serta hadir mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. ***